Manfaat Rempah Jahe Sebagai Obat Analgesik / Pereda Nyeri / Pain killer: Hasil Penelitian

Pendahuluan Tentang Rasa Nyeri Pada Manusia

Rasa nyeri atau sakit adalah sebuah indikator bahwa telah terjadi sesuatu hal yang tidak biasa dalam organ tubuh manusia. 

Kerusakan yang terjadi dalam satu organ manusia yang diakibatkan karena cidera, infeksi atau kelainan pada tubuh, yang secara langsung ditangkap oleh saraf sensori dalam kulit manusia dan diteruskan menuju otak. 

Dalam otak itu kemudian diproses dan diekspresikan oleh kita dengan rasa sakit.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, sebagai manusia biasa tentu kita pernah mengalami nyeri ini. Bisa jadi ketika kita sedang berjalan kemudian kaki kita tersandung batu sehingga kelingking kita luka. Sakit rasanya. Itulah salah satu nyeri yang diakibatkan karena cidera.

Contoh lain dari nyeri adalah terjadinya kram pada otot. Kram pada otot ini bisa terjadi di segala penjuru otot manusia jika terjadi sesuatu hal pada bagian otot tersebut. Misalnya pada otot kaki seorang atlet sepak bola yang terkena kram disebabkan karena terjadi benturan dengan lawan main. 

Kram juga bisa terjadi pada perut wanita yang sedang mengalami siklus menstruasi (dismenore), yang disebabkan karena aktivitas otot rahim wanita akibat dari perubahan hormon yang terjadi.

 

Obat Analgesik Alias Pereda Nyeri Alias Pain Killer

Dalam dunia medis dikenal obat untuk menangani nyeri ini dengan sebutan obat analgesik atau obat pereda nyeri. Nama keren obat ini lainnya adalah pain killer, jika kita terjemahkan secara harfiah adalah obat pembunuh rasa sakit.

Menurut clevelandclinic ada dua ragam kelompok analgesik ini yaitu

Analgesik anti-inflamasi

Obat analgesik yang tidak mematikan kemampuan saraf dalam menginderai lingkungan atau menghilangkan kesadaran. Contoh obat ini antara lain acetaminophen, aspirin, ibuprofen dan paproxen.

Analgesik opioid

Obat analgesik yang bisa mematikan kemampuan saraf dalam menginderai lingkungan atau menghilangkan kesadaran. Obat ini biasa kita kenal dengan istilah narkotika, yang hanya legal digunakan oleh paramedis saja dalam melaksanakan tugasnya. Obat bekerja dengan cara unik yaitu dengan memengaruhi persepsi kerja otak tentang rasa sakit, sehingga orang yang mengonsumsi obat ini bisa tidak merasakan sakit yang dideritanya.
Dalam kehidupan sehari-hari, obat analgesik yang biasa dipakai dan mudah didapatkan adalah analgesik anti-inflamasi. 
Obat-obatan yang biasa dijual di warung-warung atau apotek,untuk sakit panas, sakit gigi, sakit pusing dan sakit-sakit umum itu kebanyakan adalah obat analgesik anti-inflamasi.

Kita bisa dengan mudah membeli dan mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang diajurkan dalam kemasan obat tersebut jika mengalami rasa sakit atau nyeri.

Baca juga: Ternyata Bidara dan Betadine Sama Efektif dalam Penyembuhan Luka: Hasil Penelitian


Rempah Jahe Sebagai Obat Analgesik

Jahe adalah salah satu tanaman rempah yang tumbuh subur di nusantara. Jahe dimanfaatkan manusia nusantara sejak jaman dahulu tidak hanya sebagai bumbu dapur, namun juga sebagai obat untuk segala macam penyakit.


Ilustrasi Jahe, sumber gambar: bisnis.com


Salah satu hal yang mencetuskan diadakannya ekspedisi oleh orang eropa untuk mengitari belahan bumi hingga mencapai ke daerah nusantara adalah rempah-rempah. 

Ketika terjadi konflik antara dunia barat yang diwakilkan roma dengan timur tengah turki ustmani, maka pasokan rempah dari daerah asia yaitu sekitar India ke Eropa terhambat. Maka terjadilah ekspedisi yang mengirim para pelaut eropa mengitari samudera sampai ke daratan Amerika, bahkan sampai ke Nusantara.

Jadi sebenarnya, hanya dirasakan efeknya saja, tanpa dilakukan penelitian mendalam, jahe sudah memberikan manfaatnya.

Studi yang dilakukan oleh Farshid Rayati, dkk yang dimuat dalam sebuah jurnal berjudul “Comparison of anti-inflammatory and analgesic effects of Ginger powder and Ibuprofen in postsurgical pain model: A randomized, double-blind, case–control clinical trial” yang bisa dilihat pada tautan ini  mengungkapkan bahwa jahe memiliki efek yang sama ketika diuji dengan obat analgesik anti-inflamasi ibuprofen. 

Dilakukan uji klinis acak tersamar ganda pada 67 orang dewasa yang bermasalah dengan gigi molarnya yang menyebabkan bengkak pada mulutnya.  Para pasien tersebut dibagi menjadi tiga grup, satu menerima ibuprofen, satunya menerima jahe dan ketiga obat plasebo (obat kosong).

Dua grup memberikan perubahan positif setelah dilakukan pengobatan sampai hari ke-5 dibandingkan dengan yang diberi plasebo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan signifikan antara pemberian ibuprofen dan jahe pada pasien sakit gigi tersebut.

Baca juga:  Apa itu gingerol?

Penelitian ini adalah salah satu pembuktian dari manfaat rempah-rempah, khususnya jahe sebagai obat alami. Maka kita sebagai manusia Nusantara harus bangga dan memanfaatkan rempah-rempah kita, kekayaan Nusantara ini dengan sebaik-baiknya.

Rempah-rempah adalah sumber daya alam terbarukan yang kita miliki. Rempah tidak akan pernah habis selama nusantara masih ada dan masih bisa ditinggali oleh makhluk hidup. Melestarikannya sama saja dengan melestarikan alam, dan menjadikan bangsa kita sehat. 


0 Response to "Manfaat Rempah Jahe Sebagai Obat Analgesik / Pereda Nyeri / Pain killer: Hasil Penelitian"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel